Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Hikmah Tak Menunda Melaksanakan Sholat, yang Susah Jadi Mudah

Mahasiswa Unwaha, Jombang. (Foto: NU Jombang Online/Mas Oji
Mahasiswa Unwaha, Jombang. (Foto: NU Jombang Online/Mas Oji

NU Jombang Online,
Fakultas Pendidikan Islam Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah Tambakberas, Jombang, Jawa Timur menggelar Isro' Mi'roj di Masjid Al-Haromain Jalan Garuda, No 4, Tambakberas, Ahad (7/4/2019).

Wakil Rektor III, H Muhyiddin Zainul Arifin pada kesempatan ini menyinggung terkait beragam hikmah sholat. Di antaranya memudahkan seseorang yang sedang dalam posisi susah. Menurut dia, keadaan susah tentu dialami oleh mayoritas orang. Untuk mengobatinya, kata dia, seseorang harus berupaya untuk tidak menunda mengerjakan sholat saat sudah masuk waktunya. 

"Disaat kalian susah, maka sholatlah," ujar Gus Ayik sapaan akrabnya.

Ia lantas mengungkap sebuah cerita hikmah pada masa silam, kala seorang pemuda yang selalu gagal saat mencoba buka usaha. Sang ibu yang mengetahui usaha anaknya selalu gagal itu kemudian berkata kepadanya agar mulai tidak menunda-bunda melaksanakan sholatnya.

"Ketika itu sang anak pun setiap datangnya waktu sholat ia langsung melaksanakan dengan berjamaah agar usahanya berjalan dengan lancar," tambahnya. Dan akhirnya usahanya mulai lancar, imbuhnya.

Sementara itu, H Ahmad Taqiyuddin saat menyampaikan ceramah agamanya banyak menjelaskan terkait sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW ketika harus menerima perintah sholat dari Allah SWT secara langsung. 

Pada perjalanan itu, ujar dia, ada beberapa momem penting yang harus diingat oleh seorang muslim sebagai umat Nabi Muhammad SAW, terutama saat Nabi Muhammad disuruh Nabi Musa AS untuk kembali menghadap Allah SWT guna meminta jumlah waktu sholat yang ia terima dikurangi, lantaran umat Nabi Muhammad dinilai tidak akan sanggup.

Sebelumnya, penutup para nabi itu menerima perintah sholat 50 kali dalam sehari semalam untuk dikerjakan dirinya dan umatnya. Namun, ketika ia meminta keringanan, lantaran diperintah Nabi Musa, akhirnya jumlah waktu sholat menjadi lima waktu.

"Isro' Mi'roj Nabi Muhammad adalah sebuah peristiwa perjalanan yang luar biasa, karena hal itu bisa terbuktikan dengan iman," jelasnya. (M. Choirurrojikin/Syamsul Arifin)