Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Buah dan Biji-bijian Kesukaan Gus Dur

Khofifah Indar Parawansa bersama Gus Dur. (Foto: Istimewa)
Khofifah Indar Parawansa bersama Gus Dur. (Foto: Istimewa)

NU Jombang Online,
Almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mempunyai kebiasaan makan biji-bijian dan buah-buahan di masa hidupnya. Namun, tidak banyak dari berbagai jenis dua rumpun itu menjadi fovorit bagi Gus Dur.

Dari sejumlah jenis biji-bijian, di antara yang lebih disukai adalah edamame dan jagung rebus. Sementara buah yang paling menjadi pilihannya yaitu salak dan langsep.

"Gus Dur paling remen edamame dan jagung rebus, tugas saya ya hanya bagian ngupas itu. Kalau buah, Gus Dur suka salak dan langsep, tugas saya ya ngupas itu," kata Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan sambutan di perayaan Haul ke-11 Gus Dur. Kegiatan ini diselenggarakan Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur secara virtual, Rabu (30/12).

Salah satu orang terdekat Presiden ke-4 Republik Indonesia (RI) ini menambahkan, hubungan dirinya dengan Gus Dur tak ubahnya santri dengan guru. Sebagaimana santri pada umumnya, Khofifah harus selalu memperhatikan dawuh-dawuh Gus Dur kepadanya. Bahkan, apapun yang diperintahkan Gus Dur, Khofifah harus siap menjalankannya.

Namun, pada situasi tertentu terkadang seperti anak dan orangtua. Tentu saja, banyak hal yang harus diketahui dari seorang Gus Dur, termasuk tentang buah atau makanan kesuksesannya.

"Saya di hadapan Gus Dur saya hanya ngawulo," ujar Gubernur Jawa Timur ini.

Khofifah terbilang cukup lama berinteraksi langsung dengan Gus Dur. Meski kala itu usianya masih cukup muda, tetapi Ketua Muslimat ini seringkali bersama Gus Dur menemaninya dalam pertemuan-pertemuan penting. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Saya biasa shalat Subuh di Istana. Dan yang rutin menemani dalam Subuhnya Gus Dur itu saya," ungkapnya.

Bagi Khofifah, sosok Gus Dur sudah memberikan teladan untuk bangsa Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan. Pemikirannya demikian luas, selalu dikaji oleh sejumlah kalangan. Pada saat Haul, kata dia, tentang Gus Dur selalu mengemuka membuktikan kekayaan khazanah keilmuannya.

"Makin kita gali tentang pikiran Gus Dur, makin mengalir jernih," ucapnya.

Di sisi lain, Gus Dur adalah ulama yang berada paling depan mengayomi dan melindungi kalangan minoritas di saat mereka kian terjepit.

"Untuk itu, Gus Dur lebih senang disebut bapak humanis, bukan bapak peluralis," pungkasnya.

Pewarta: Ahmad