Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Alasan Gus Im Dimakamkan di Kawasan Pesantren Denanyar, Tidak di Tebuireng

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj menjadi imam shalat jenazah KH Hasyim Wahid (Gus Im). (Foto: Istimewa)
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj menjadi imam shalat jenazah KH Hasyim Wahid (Gus Im). (Foto: Istimewa)

NU Jombang Online, 
Lokasi pemakaman KH Hasyim Wahid (Gus Im) bin KH Wahid Hasyim berada satu lokasi dengan pendiri Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang KH Bisri Syansuri. Tepatnya berada di sisi utara makam mantan Rais Aam NU ini.

Liang lahat untuk Gus Im juga sudah usai digali sejak pagi oleh keluarga besar. Makam keluarga besar Pesantren Mamba'ul Ma'arif terletak di utara masjid Jami' Denanyar.

"Kita sebagai keluarga besar Mamba'ul Ma'arif Denanyar, sesuai wasiat Gus Im minta dimakamkan di dekat KH Bisri Syansuri sudah melakukan persiapan 90 persen untuk pemakaman," jelas perwakilan keluarga besar  PP Mambaul Ma’arif Denanyar Hj Mu'linah Shohib Sabtu (1/8). 

Jenazah Gus Im sendiri dijadwalkan tiba di Jombang sekitar pukul 21.00 WIB dan dimakamkan satu jam kemudian. Pihak pesantren sedang menunggu keluarga besar dari Jakarta datang ke Jombang.

Di Ndalem kasepuhan Pesantren Denanyar tampak beberapa keluarga menyambut kedatangan tamu seperti Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo dan perwakilan pemerintah lainnya. Gubenur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan datang melayat.

Di masjid utama pesantren, suara bacaan ayat suci Al-Quran dan tahlil pendek terus dikumandang para santri sejak usai salat subuh.

"Mas Iim adalah putra KH Wahid Hasyim yang minta dimakamkan di Denanyar. Kakaknya dimakamkan di Tebuireng," tambah Mu'linah.

Menurut penjelasan Mu'linah, Gus Im sempat menjalani pemotongan usus sebelum menghembus nafas terakhir. Ia dirawat beberapa hari karena konflikasi penyakit. Gus Im sendiri lahir pada tahun 1953, tahun yang sama dengan wafatnya sang ayah KH Wahid Hasyim bin KH M Hasyim Asy'ari.

"Penyakitnya bermacam-macam, konflikasi penyakit. Terakhir sempat pemotongan usus 20 cm. Dirawat 5 hari sebelum wafat di Jakarta," tandasnya.

Sumber: NU Online