Menggunakan Saluran Drainase Masjid

Menggunakan Saluran Drainase Masjid

Deskripsi Masalah
Di salah satu masjid di Kabupaten Jombang mengalami kesulitan pengaturan saluran drainase atau pembuangan air (Bahasa Jawa: peceren), hal ini disebabkan karena memang masjid sudah tidak mempunyai lahan lagi untuk digunakan sebagai saluran pembuangan air, hingga akhirnya ta’mir masjid meminjam lahan tanah kepada A yang merupakan tetangga masjid untuk sekedar digunakan sebagai saluran pembuangan air.

 Pertanyaan
Bolehkan A (pemilik lahan tanah) ikut menumpang membuang air limbah keluarganya ke saluran drainase masjid yang notabene saluran air masjid itu berada di tanahnya?

Jawaban
Boleh dengan syarat tidak mengganggu kelancaran drainase masjid

الاقناع في حل ألفاظ أبى شجاع ـ موافق للمطبوع (2/ 193)

والعاشر كون الملك في النصاب تاما قويا كما قاله في الروضة فَلاَ يُقْطَعُ مُسْلِمٌ بِسَرِقَةِ حُصُرِ الْمَسْجِدِ الْمُعَدَّةِ لِلْاِسْتِعْمَالِ، وَلَا سَائِرِ مَا يُفْرَشُ فِيْهِ وَلَا قَنَادِيْلَ تُسْرَجُ فِيْهِ لِاَنَّ ذَلِكَ لِمَصْلَحَةِ الْمُسْلِمِيْنَ فَلَهُ فِيْهِ حَقٌّ كَمَالِ بَيْتِ الْمَالِ

Artinya; Syarat yang kesepuluh (dari pemotongan tangannya si pencuri) adalah kepemilikan yang sempurna, maka tidak dipotong tangannya pencuri karpet masjid yang disediakan untuk dipergunakan, karena pada karpet itu terdapat haknya orang-orang islam.

روضة الطالبين وعمدة المفتين (5/ 298)

قال الماوردي في الأحكام إِنَّ حَرِيْمَ الْجَوَامِعِ وَالْمَسَاجِدِ إِنْ كَانَ الْاِرْتِفَاقُ بِهِ مُضِرًّا بِأَهْلِ الْمَسَاجِدِ مُنِعَ مِنْهُ وَلَمْ يَجُزْ لِلسُّلْطَانِ الْاِذْنُ فِيْهِ وَإِلَّا جَازَ وهل يشترط فيه إذن السلطان وجهان والله أعلم

Artinya; Harim masjid apabila dalam pemanfaatnnya menimbulkan madorot pada pengguna masjid maka hal itu tidak diperbolehkan, dan seorang pemerintah tidak diperkenankan memberikan izin pemanfaatannya,

NB: harim masjid adalah tempat yang sambung dengan masjid dan disediakan untuk kemaslahatannya.

المجموع شرح المهذب (4/ 307)

وَالثَّالِثُ مِنْ حَرِيْمِ الْمَسْجِدِ الَّذِىْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْمَوَاتِ وَحَرِيْمُهُ الْمَوْضِعُ الْمُتَّصِلُ بِهِ الْمُهَيَّأُ لِمَصْلَحَتِهِ كَانْصِبَابِ الْمَاءِ إِلَيْهِ وَطَرْحِ الْقُمَامَاتِ فِيْهِ

Categories: Bahtsul Masail

About Author