Tokoh Perempuan Ini Gigih dalam Berorganisasi

Tokoh Perempuan Ini Gigih dalam Berorganisasi

NU Jombang Online,
Keteguhan dan ketelatenan menanamkan nilai-nilai keislaman di masyarakat terus dilakoni Dra. Hj. Fauziah Masyhari, warga asal Jombang kelahiran 4 Maret 1953. jadiAktivitas tersebut menjadi perioritas utama di antara sejumlah aktivitas yang lain dalam kesehariannya.

Kiprah demikian tercermin dalam bentuk yang beragam. Mulai dari dunia pendidikan, akademik juga di organisasi yang sampai saat ini masih ditekuninya.

Namun demikian, istri dari Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang itu lebih menekankan kiprahnya terhadap pengembangan SDM perempuan dan pemberdayaannya. Misalnya, membentuk majelis ta’lim putri di beberapa masjid di Jombang, kemudian diisi dengan kajian-kajian keislaman dan upaya mempertahankan budaya keislaman (tahlilah, istighatsah, tadarus bersama) dan semacamnya.

Salah satu masjid yang selama ini ia pimpin adalah Masjid Agung Alun-alun Jombang. Ia mewakafkan dirinya dengan menjadi takmir masjid dan memakmurkannya dengan kajian-kajian keislaman setiap pekan, tepatnya Rabu sebelum waktu shalat dzuhur.

“Semoga sampai akhir hayat nanti saya tetap bisa memakmurkan masjid,” katanya, Jumat (22/4).

Kepada wartawan NU Jombang Online, perempuan yang biasa disapa Bu Fauziah itu mengaku, bahwa kiprahnya telah dilaluinya selama empat tahun.

“Saya sudah empat tahun mas menjadi Takmir Masjid Agung hingga sekarang,” ujarnya.
“Dan yang tidak boleh saya tinggalkan aktivitas saya adalah memakmurkan masjid itu,” imbuhnya.

Anggota MUI Kabupaten Jombang itu menceritakan antusias kaum hawa terhadap majelis ta’lim yang dibentuknya itu sangat luar biasa secara kuantitas. Terbukti pertama kali mendirikan wadah belajar khusus perempuan itu mencapai kurang lebih dari 150 anggota di satu masjid.

“Pada awal pembentukan majelis ta’lim diperkirakan 150 anggota putri,”    ujarnya.

Selain diisi dengan kajian keislaman, ia juga mengajak kaum perempuan untuk mendiskusikan persoalan-persoalan yang berkembang di Jombang. Persoalan yang tengah dikaji saat ini adalah darurat narkoba yang melanda kota santri itu.

Sementara upaya pencegahan yang tengah digagas oleh mantan PP RMINU itu, akan menghimpun para remaja di Jombang untuk dilakukan sosialisasi bahaya narkoba secara massif.

“Saat bulan ramadhan nanti upaya ini sudah berjalan,” ungkap dia.

Prinsip Berorganisasi

Berorganisasi baginya menjadi media pengembangan ilmu dan dakwah yang sangat efektif. Dan diperlukan prinsip yang harus ditananmkan dalam sebuah organisasi yang ditekuninya.

Ia komitmen untuk menjaga dan mengembangkan organisasi yang digelutinya dengan gigih. Hingga nilai manfaat dalam berorganisasi bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

“Saya ketika memilih berada di sebuah organisasi, maka saya harus berpikir bagaimana cara menghidupkan organisasi dengan istiqomah,” tandasnya.

Tidak ada pilihan lain untuknya, kecuali berbuat yang terbaik dan mengamalkan nilai anfauhum linnas dalam berorganisasi.
Sejauh ia bisa melakukan yang terbaik untuk organisasinya, seakan berindikasi wajib untuk melakukan.

“Saya harus berbuat mas, selagi saya bisa berbuat, maka saya akan berbuat sehingga masyarakat juga akan merasakan nilai manfaat,” tuturnya. (Syamsul Arifin)

Categories: Berita Utama

About Author