Tak Cukup Fatwa Rentenir Haram

Tak Cukup Fatwa Rentenir Haram

NU Jombang Online,
Fatwa rentenir haram sudah berkali-kali disampaikan NU. Namun tetap saja banyak warganya yang menjadi korban rentenir. ’’Dakwah dengan perbuatan memang lebih efektif dibanding lisan, makanya sekarang kita tak hanya memfatwakan, tapi juga mendirikan lembaga keuangan yang membentengi warga dari rentenir,’’ kata Ketua PCNU Jombang DR KH Isrofil Amar, kemarin.

Pembentukan lembaga keuangan itu sendiri diserahkan sepenuhnya pada Lembaga Perekonomian (LP) NU. Yang jelas menurutnya, pembentukan lembaga keuangan itu mutlak diperlukan. ’’Sekarang ini fatwa saja tanpa ada solusi kurang efektif, makanya kita juga melakukan dakwah melalui pemberdayaan ekonomi umat,’’ paparnya.

Dia menambahkan, gerak lembaga keuangan yang diperlukan sekarang ini setidaknya harus menyentuh dua hal. Yakni pembiayaan atau kredit dan asuransi. ’’Karena warga kita itu banyak yang sangat membutuhkan kredit, tapi belum memenuhi syarat pinjam ke bank. Makanya NU harus mengulurkan kail dengan menggandeng berbagai pihak,’’ tegasnya.

Meski demikian, nafas lembaga keuangan itu sendiri haruslah tetap mengusung visi NU. Yakni untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang berfaham Islam ahlusunnah waljamaah. ’’Makanya lembaga keuangan itu harus tetap digerakkan dalam kerangka dakwah. Juga dengan menerapkan prinsip-prinsip syariah,’’ tegasnya.

Selain itu, lembaga tersebut menurutnya juga harus mencerminkan wejangan Sunan Drajat. ’’Wenehono teken marang wong wuto itu juga bisa diartikan berikan pinjaman kepada orang-orang yang selama ini terjerat rentenir karena ketidaktahuannya,’’ tegasnya. Dia berharap lembaga keuangan tersebut bisa segera eksis dan beroperasi.

’’Mulai minggu ini lembaga yang diharapkan PCNU itu sudah beroperasi. Bentuknya koperasi BMT NU,’’ kata Muhlis, ketua LPNU Jombang. Adapun kepengurusan BMT NU yang berbedan hukum koperasi tersebut diketuai oleh H Khoirul Anam. (rojif)

Categories: Berita Utama

About Author

Write a Comment

Only registered users can comment.