Selfie Jadi Media Sosialisasi Pelajar NU Mojoduwur

Selfie Jadi Media Sosialisasi Pelajar NU Mojoduwur

NU Jombang Online,
Belakangan ini kegiatan selfie sudah banyak dilakukan oleh kebanyakan orang baik di Tnaha Air ataupun luar negeri sekalipun, hal ini juga menjadi pekerjaan yang banyak disenangi oleh orang di setiap momen-momen tertentu, sebagian mereka menganggap penting untuk mendokumentasikan dari momen tersebut.

Fakta demikian, para pelajar Nahdlatul Ulama (NU) Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang mengambil nilai manfaat dibalik kegemaran dan kesenangan kebanyakan orang melakukan selfie itu. Mereka mewadahinya dengan menggelar lomba selfie yang disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan panitia penyelenggara.

Salah satu di antara beberapa ketentuan lomba tersebut, peserta harus mengirimkan foto lewat media facebook (Ipnu Ippnu Ranting Mojoduwur) dengan menggunakan logo atau bendera Ikatana Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bagi peserta putra dan logo Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) untuk peserta putri.

“Selfie sekarang ini bukanlah hal yang asing, bahkan semua orang baik yang muda hingga tua pun gemar melakukan selfie, nah dari situ kita melihat andaikan mereka menggunakan logo IPNU-IPPNU ketika selfie pasti semakin keren,” kata Haidar, salah satu panitia terkait kepada NU Online, Rabu (10/2).

Ia tak menampik, bahwa masih banyak masyarakat luas khususnya kalangan pelajar yang tidak begitu paham tentang kelembagaan IPNU-IPPNU dan kegiatan-kegiatannya.

“jadi minimal orang itu tahu bentuk logo IPNU-IPPNU itu sendiri karena juga tidak sedikit orang yang masih belum tahu apa itu IPNU-IPPNU , dengan melalui lomba selfie ini, orang-orang akan lebih mudah paham tenteng IPNU-IPPNU dan logonya,” tuturnya.

Ahir-ahir ini, lanjut dia, sebagian orang menganggap kegiatan IPNU-IPPNU hanya seputar keagamaan yang sudah biasa dilakukan oleh warga masyarakat di masing-masing daerahnya. Sehingga mengakibatkan daya tarik mereka sangat tipis dan minim untuk ikut serta pada setiap kegiatan yang dilakukan IPNU-IPPNU.

“Dari dulu kita terus memaksimalkan bidang pengkaderan dan itu sangat sulit, tak mudah untuk sekarang ini ngajak para pelajar NU untuk masuk IPNU-IPPNU, apalagi pemikiran yang dibangun oleh mereka bahwa IPNU-IPPNU kegiatannya hanya diba’an dan ngaji saja,” paparnya.

Dengan demikian, pelajar NU juga dituntut peka dengan fakta perkembangan zaman yang terjadi. Berbagai strategi untuk melakukan pengaderan terhadap pelajar hendaknya menjadi perbincangan yang serius.

“Wah bahaya juga kalau gitu, kita juga perlu mewadahi kegemaran mereka dulu, nah kalau sudah masuk baru kita ajak kegiatan keagamaan sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Lomba ini dibuka sekitar dua bulan yang lalu, terhitung sejak awal bulan Januari hingga ahir tanggal Februari ini. Sementara dokumentasi foto yang sudah terkumpul di panitia hingga saat ini kurang lebih dari 40 foto.

“Itu sejak awal januari kemarin sampai akhir februari ini pengirimannya. Dan data yang sudah masuk sekitar 40 an,” jelasnya. Disinggung mengenai kriteria penilaian juri, ia mengungkapkan keunikan dan kreativitas peserta dari foto yang dikirim. “Keunikan dan kreativitas dari foto tersebut,” pungkasnya. (Syamsul Arifin)

Categories: Berita Utama

About Author