Praktik Pluralisme Terganjal Pemerataan Kesejahteraan

NU Jombang Online
Pelaksanaan prinsip pluralisme yang menghargai keberagaman antar masyarakat sejauh ini belum sampai pada tahap pemerataan kesejahteraan masyarakat. Demikian diungkapkan KH Zaimuddin Wijaya As’ad, Wakil Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang.

“Salah satu ganjalan yang membuat persaudaraan antar umat itu terganjal adalah ketika ada satu komunitas umat tertentu yang lebih tinggi status ekonominya dibanding umat yang lain,” tutur pria yang akrab disapa Gus Zu’em ini.

Ditemui NU Jombang Online Wahib Putra Pamungkas di tempat kerjanya, Senin (19/10) lalu, Gus Zu’em mangatakan, kesejahteraan jika tidak didasari dengan kebersamaan antar warga masyarakat dapat menimbulkan kerawanan terjadi konflik di masa depan. Hal ini akan menjadi pekerjaan rumah ke depan, baik pemerintah maupun warga masyarakat.

“Selama ini ada kesalahan pola pikir bahwa semuanya seolah-olah hanya karena pemerintah. Kalau pemerintah yang diandalkan paling-paling dia hanya bisa mengandalkan kekuatan formal saja,” ujarnya.

Mengenai manfaat pluralisme yang sudah dirasakan sejauh ini, Gus Zu’em berpendapat bahwa dengan prinsip tersebut saat ini di Jombang utamanya terjadi iklim kerukunan yang cukup kondusif. Hal ini jelas berbeda dengan yang terjadi seperti di Jakarta ataupun kasus di Mojokerto baru-baru ini.

Dengan keadaan yang damai, lanjut Gus Zu’em, maka masyarakat bisa bekerja dengan baik tanpa terganggu dengan konflik-konflik komunal baik antar agama maupun antar etnis. Untuk menciptakan lingkungan yang produktif, menurutnya, situasi yang aman menjadi salah satu modal penting. (mtb)

Categories: Berita Utama

About Author

Write a Comment

Only registered users can comment.