PCNU Jombang Upayakan Pemerataan Infrastruktur MWCNU

PCNU Jombang Upayakan Pemerataan Infrastruktur MWCNU

NU Jomban Online,
Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama’ (PCNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur tengah membahas upaya dan strategi pemerataan pembangunan infrastruktur Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama’ (MWCNU) dan fasilitas layanan kesehatan atau klinik pratama di masing-masing MWCNU sekabupaten Jombang.

Wakil Sekretaris PCNU Jombang, Syamsul Rijal mengatakan, pemerataan infrastruktur tersebut salah satunya adanya kantor MWCNU se-Jombang dengan kepemilikan akta tanah milik MWC sendiri. “MWC punya kantor sendiri atau belum? Punya tanah sendiri milik MWC atau belum? Status tanah wakaf atau bentuk lain? bila belum, kesiapan punya tanah atau bangunan dibuat klinik pratama. Seluruh info kami butuhkan untuk merencanakan langkah-langkah pemenuhannya,” katanya saat mengkoordinasikan ke semua Pengurus MWC Jombang. Rabu (4/11).

Pihaknya akan terus mendalami terkait upaya-upaya tersebut dengan melakukan diskusi intensif bersama para pengurus MWCNU se-Jombang. Selain pemerataan infrastruktur, hal ini juga bertujuan untuk lebih memenuhi kebutuhan masyarakat nahdliyin dan meningkatkan pelayanan mereka, termasuk berdirinya Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) NU di bawah naungan masing-masing MWC Jombang. “pelayanan NU memang perlu terus ditingkatkan melalui berbagai bentuk fasilitas layanan yang dibutuhkan nahdliyin,” tuturnya.

Rijal, panggilan akrabnya, menegaskan, upaya dan model strategi itu harus dilakukan dengan komitmen bersama supaya sesuai dengan target dan capaian yang dirumuskan sebelumnya. Sementara beliau menargetkan pada tahun 2019 semua keinginan tersebut bisa terpenuhi. “terbangun komitmen untuk mewujudkan kebutuhan-kebutuhan MWC dalam menjalankan peran jamiyah dengan maksimal. Komitmen itu diharap efektif hingga tahun 2019 nanti,” tandasnya.

Sedangkan kondisi fisik bangunan MWCNU Jombang saat ini masih beragam, sebagian kecil kantor MWCNU masih dalam tahap pembangunan dan penyempurnaan bangunannya, seperti di daerah Pelandaan dan Mojoagung, sementara kantor yang lain sudah bisa mendirikan sekolah formal dan BMTNU. (Syamsul)

Categories: Berita Utama

About Author