Menu Click to open Menus
Home » Bahtsul Masail » Menjual Kulit Binatang Kurban

Menjual Kulit Binatang Kurban

(2130 Views) July 17, 2012 9:21 am | Published by | No comment

Keputusan Sidang Pleno III
Hasil Sidang Komisi Masail Diniyah
Konfrensi PCNU Jombang 2007 – 2012
Tambakberas 14-15 Juli 2012

3. Masalah Ketiga
Deskrpisi
Setiap bulan Dzulhijjah mulai tanggal 10 sampai dengan tanggal 13, kaum muslimin di sunahkan untuk korban (udlhiyyah). Budaya masyarakat indonesia ketika berkorban di serahkan kepada panitia untuk mengelola (menyembelih sampai membagikannya), dengan pertimbangan efisien. Dan ketika proses pengelolaan sudah selesai, masih menyisahkan kulit binatang kurban. Agar lebih bermanfaat serta tidak mubadzir, akhirnya kulit tersebut di jual dan hasil penjualannya di bagi kepada semua panitia.

Pertanyaan
1. Bagaimana hukumnya panitia menjual kulit binatang kurban?
2. Dan bagaimana hukum hasil penjualan tersebut dibagi pada semua panitia?
3. Kalau tidak boleh bagaimana solusinya ?
(MWC Jogoroto)

Jawaban :
1. Karena panitia itu setatusnya sebagai wakil dari orang yang berkorban, maka hukumnya haram menjual kulit binatang kurban.
2. Mengikuti jawaban no: I
3. Solusinya adalah : Kulit tersebut di berikan kepada salah satu panitia yang berhak menerima kurban, selanjutnya panitia tersebut di perbolehkan menjual kulit kurban tersebut dan kemudian hasil penjualan dibagikan kepada seluruh panitia

Keterangan dari kitab:

(1) المجموع شرح المهذب الجزء الثامن ص 419 – 420 ما نصه:
وَاتَّفَقَتْ نُصُوصُ الشَّافِعِيِّ وَالأَصْحَابِ عَلَى أَنَّهُ لاَ يجوز بيع شئ مِنْ الْهَدْيِ وَالأُضْحِيَّةِ نَذْرًا كَانَ أَوْ تَطَوُّعًا سَوَاءٌ فِي ذَلِكَ اللَّحْمُ وَالشَّحْمُ وَالْجِلْدُ وَالْقَرْنُ وَالصُّوفُ وَغَيْرُهُ وَلاَ يَجُوزُ جَعْلُ الْجِلْدِ وَغَيْرِهِ أُجْرَةً لِلْجَزَّارِ بَلْ يَتَصَدَّقُ بِهِ الْمُضَحِّي وَالْمُهْدِي أَوْ يَتَّخِذُ مِنْهُ مَا يَنْتَفِعُ بِعَيْنِهِ كَسِقَاءٍ أَوْ دَلْوٍ أَوْ خُفٍّ وَغَيْرِ ذَلِكَ.

(2) الموسوعة الفقهية الجزء الخامس عشر ص 257 ما نصه:
ذَهَبَ الْمَالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ إِلَى أَنَّهُ يَحْرُمُ بَيْعُ جِلْدِ الأُْضْحِيَّةِ، كَمَا لاَ يَجُوزُ بَيْعُ لَحْمِهَا أَوْ أَيِّ جُزْءٍ مِنْ أَجْزَائِهَا، لِقَوْل النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَدِيثِ قَتَادَةَ بْنِ النُّعْمَانِ: ((وَلاَ تََبِيْعُوا لُحُوْمَ الْهَدْيِ وَالأَْضَاحِِيِّ فَكُلُوْا وَتَصَدَّقُوا وَاسْتَمْتِعُوا بِجُلُوْدِهَا)).

(3) بغية المسترشدين ص 549 ما نصه:
(مَسْأَلَةٌ): يَجِبُ التَصَدُّقُ فِيْ الأُضْحِيَةِ المُتَطَوََعِ بِهَا بِمَا يَنْطَلِقُ عَلَيْهِ الاِسْمُ مِنَ اللَّحْمِ، فَلاَ يُجْزِئُ نَحْوُ شَحْمٍ وَكَبِدٍ وَكِرْشٍ وَجِلْدٍ، وَلِلْفَقِيْرِ التَّصَرّفُ فِيْ المَأْخُوْذِ وَلَوْ بِنَحْوِ بَيِْعِ المسلم لِمِلْكِهِ مَا يُعْطَاهُ، بِخِلاَفِ الغَنِيِّ فَلَيْسَ لَهُ نَحْوُ البَيْعِ بَلْ لَهُ التَّصَرُّفُ فِيْ المَهْدِيِّ لَهُ بِنَحْوِ أَكْلٍ وَتَصَدُّقٍ وَضِيَافَةٍ وَلَوْ لِغَنِيٍّ، لأَنَّ غَايَتَهُ أَنَّهُ كَالمُضَحِّي نَفْسِهِ، قَالَهُ فِيْ التُّحْفَةِ وَالنِّهَايَةِ

Categorised in:

No comment for Menjual Kulit Binatang Kurban

Leave a Reply