Mendikbud Hadiri Wisuda Unhasy Tebuireng

Mendikbud Hadiri Wisuda Unhasy Tebuireng

NU Jombang Online,
Tingginya angka pengangguran di negeri ini membuat prihatin Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh. Karenanya, ia berharap para sarjana berperan aktif dengan menjadi lulusan yang mumpuni dan kreatif.

Muhammad Nuh menyampaikan hal ini saat memberi kuliah umum Wisuda Sarjana Universitas Hasyim Asy’ari (Unwahasy) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Ahad (27/10). “Setelah jadi sarjana, jangan sampai jadi pengangguran,” ujarnya di hadapan para wisudawan dan wisudawati serta pimpinan Unhasy.

Pernyataan Mendikbud ini juga seakan membenarkan sejumlah temuan yang dirilis Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jombang yang menyebutkan tingkat pengangguran di Jombang didominasi oleh sarjana. Selama kurun Januari-Oktober 2013, terdapat setidaknya 4.600 pencari kerja. Dari jumlah itu, 2.500 di antaranya adalah lulusan perguruan tinggi.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2013, disebutkan bahwa proporsi pengangguran terbuka atau yang tidak bekerja sama sekali dari lulusan pendidikan sarjana masih cukup tinggi. Angkanya mencapai 360 ribu orang atau sekitar 5,04 persen dari total penganggur yang mencapai 7,17 juta orang.

Data Sakernas juga menunjukkan fakta masih banyaknya angkatan kerja berpendidikan sarjana yang tak terserap di sektor formal. Dari sekitar 7,9 juta angkatan kerja berpendidikan sarjana yang bekerja pada Februari 2013, sekitar 9,8 persennya adalah pekerja di sektor informal.

Para sarjana terpaksa mengadu nasib di sektor informal untuk memperoleh pendapatan, meski lapangan pekerjaan yang digeluti tak sesuai atau lebih rendah dari kualifikasi pendidikan dan kompetensi yang dimiliki.

Mendikbud mendorong agar para lulusan perguruan tinggi lebih kreatif dan tepat mengambil pilihan setelah ditetapkan sebagai sarjana. “Harus kreatif. Bekerja atau melanjutkan kuliah lagi, atau memilih berumah tangga. Yang penting jangan sampai jadi pengangguran,” tandas Muhammad Nuh.

Di hadapan jajaran civitas akademika Unhasy, M. Nuh berharap kampus ini bisa berkembang baik sehingga membantu upaya pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Saya berharap dan yakin bahwa Unhasy dengan potensi besarnya sebagai perguruan tinggi berasis pesantren bisa menyiapkan manusia cerdas, sehingga bisa membantu mencerdaskan kehidupan bangsa. Bukan mencerdaskan bangsa, tetapi mencerdaskan kehidupkan bangsa,” katanya. (Syaifullah)

Categories: Berita Utama

About Author