Menu Click to open Menus
Home » Artikel - Hikmah » Memetik Pelajaran Dari Konferensi MWC Kesamben

Memetik Pelajaran Dari Konferensi MWC Kesamben

(108 Views) November 17, 2017 8:11 am | Published by | No comment


Dalam menjalankan proses berorganisasi kita harus bisa selalu memetik pelajaran-pelajaran yang ada, termasuk dalam berorganisasi di Nahdlatul Ulama. Upaya memetik pelajaran ini penting, agar proses berorganisasi memiliki makna pembelajaran. Hal ini sebagaimana yang hampir semua warga NU ketahui bahwa, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk selalu belajar sejak kecil sampai ajal menjemput.

Salah satu pelajaran yang bisa dipetik dalam proses berorganisasi di Nahdlatul Ulama adalah ketika Pengurus dan warga di Majelis Wakkl Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kesamben Jombang menyelenggarakan Konferensi MWCNU

Proses tersebut diuaraikan sebagai berikut:

Awal bulan Oktober 2017, Pengurus MWCNU Kesamben telah membentuk panitia Konferensi MWCNU dan telah merencanakan pelaksanaan Konferensi pada 12 November 2017.

Pengurus telah menyusun kepanitiaan, menetapkan tempat dan waktu Konferensi, termasuk merencanakan pendanaan Konferensi.

Pada 26 Oktober, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang mengadakan Turba (konsoludasi) ke MWCNu Kesamben. Turba ini sebagai rangkaian Turba ke seluruh pengurus dan warga MWCNU se-Jombang. Petugas Turba adalah Wakil-wakil Ketua PCNU yang telah dibagi tugasnya setiap 4-5 MWC per-2 orang.

Turba difokuskan terutama untuk mendampingi pengurus MWC dalam menyiapkan Konferensi atau dalam upaya menyusun program yang lebih spesifik, terukur dan realistis. Agar bisa dijalankan dengan baik, dan tidak hanya ada dalam tulisan.

Dalam Turba di MWCNU Kesamben, petugas PCNU menyarankan kepada pengurus MWCNU untuk menyelenggarakan kegiatan workshop Pra-Konferensi yang diikuti sebuah tim maksimal 10 orang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyiapkan materi Konferensi.

Workshop Pra-Konferensi ini diselenggarakan pada 5 Oktober 2017. Materinya adalah menyusun draft Pokok-pokok Program 5 tahun, Organisasi dan Rekomendasi.

Pokok-pokok Program mengacu kepada Pokok-pokok Program hasil Konferensi Cabang NU Jombang 2017, yang juga mengacu ke Pokok Program PWNU dan Hasil Muktamar NU 2015.

Sementara materi organisasi berkaitan dengan posisi rekrutmen pengurus tingkat MWC dan lain-lain; dan materi rekomendasi berkaitan dengan persoalan riil di tingkat kecamatan.

Pembahasan materi Konferensi ini cukup serius, karena secara langsung didampingi petugas PCNU, dimana dalam prosesnya juga dilakukan penyadaran akan pentingnya draft Pokok-pokok Program yang akan disahkan dalam forum musyawarah tertinggi MWCNU Kesamben.

Pada Ahad, 12 November 2017, Konferensi MWCNU Kesamben dilaksanakan. Dalam prosesnya pembahasan tentang Program, organisasi dan rekomendasi mendapatkan porsi perhatian yang tinggi, sehingga Konferensi tidak lagi hanya fokus pada pemilihan Ketua dan Rais.

Dari proses ini, bisa dipetik pelajaran antara lain:
Pertama, Konferensi di MWCNU jika disiapkan secara bersama-sama oleh banyak orang dalam menyusun materinya, maka akan mendapat perhatian yang cukup baik (dalam sebuah workshop). Karena materi yang dibahas dipahami oleh lebih banyak orang yang terlibat

Kedua, Konferensi di MWCNU jika lebih difokuskan kepada penyusunan Program, masalah organisasi dan rekomendasi untuk persoalan riil dan melibatkan banyak orang, maka akan mengurangi fokus ke sesi pemilihan ketua/rais yang cenderung politis

Ketiga, Konferensi yang merupakan salah satu proses konsolidasi dan penyegaran dalam organisasi akan berjalan dengan baik jika dilakukan dengan proses yang baik: merencanakan konferensi, menyusun kepanitiaan, menyusun materi, dan menyelenggarakan konferensi. Tidak dilakukan secara asal-asalan. (Musabdilla).

Categorised in: ,

Comment Closed: Memetik Pelajaran Dari Konferensi MWC Kesamben

Sorry, comment are closed for this post.