Makna Berkurban

Makna Berkurban

Khutbah Idul Adha 1436 H

Pengertian berkurban secara harfiah adalah mendekatkan sesuatu ke sesuatu. Bila seseorang berkurban (dalam bahasa Indonesia menjadi berkorban) adalah upaya mendekatkan diri. Jika kita berkorban untuk Allah SWT, berarti upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedangkan jika kita berkorban untuk anak atau orang yang kita cintai, berarti upaya untuk mendekatkan diri kepada anak atau orang yang kita cintai. Namun secara istilah adalah menyembelih hewan tertentu di hari Raya Idul Adha untuk taqarrub kepada Allah SWT.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ.

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ.

الْحَمْدُ ِللهِ الْمَلِكِ الْقَهَّارِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى نِعَمٍ تَتَوَالَى كَاْلأَمْطَارِ وَأَشْكُرُهُ عَلَى مُتَرَادِفِ فَضْلِهِ الْمِدْرَارِ.

أَشْهَدُ أَنْ لآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِى قَائِلَهَا مِنَ النَّارِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْمُخْتَارُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلِ مَنْ حَجَّ وَاعْتَمَر، وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ اْلأَبْرَارِ.

أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمٌ فَضِيْلٌ، وَعِيْدٌ شَرِيْفٌ جَلِيْلٌ، رَفَعَ اللهُ تَعَالَى قَدْرَهُ وَأَظْهَرُ. وَسَمَّاهُ يَوْمَ الْحَجِّ اْلأَكْبَرِ. اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ.

 

 

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah!

Semenjak tadi malam, hingga menjelang shalat ‘Ied tadi, kita telah mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid secara terus-menerus, baik di rumah, di langgar, di masjid, di jalan-jalan dan di tempat-tempat lain.

Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar

Jamaah sholat id yang dirahmati Allah

Pada hari ini, kita Umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Perayaan hari raya ini merupakan peringatan peristiwa besar yang dialami oleh Nabi Ibrahim AS dan putra NAbi Ismail AS.

Untuk memperingati peristiwa tersebut dan sebagai upaya untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT, kita umat Islam disunnahkan untuk berkurban, baik berupa sapi atau kambing.

Agar ibadah kurban kita bisa kita pahami dengan baik, marilah kita sedikit mempelajari makna kurban. Secara bahasa, kurban berasal dari kata qoruba-yaqrubu-qurban-qurbanan yang berarti mendekatkan. Mendekatkan diri kepada sesuatu/seseorang.

Pengertian berkorban, berarti berupaya mendekatkan diri kepada. Pada saat ini, kita berkorban dengan memotong hewan adalah demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Akan halnya apabila kita berkorban untuk selain Allah, misalnya berkorban demi anak, berarti kita berupaya untuk dekat dengan anak kita. Berkorban untuk orang yang kita cintai dengan membelikan sesutau yang mahal, berarti kita berupaya agar kita bisa lebih dengan orang yang kita cintai tersebut.

Sedangkan menurut istilah fiqh, kurban berarti “udhiyah” menyembelih hewan khusus dengan niat ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah pada waktu tertentu, yaitu saat hari raya idul adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah.

Yang dimaksud dengan hewan khusus adalah hewan yang diterima menurut syariat agama sebagai korban. Hewan-hewan tersebut adalah domba, kambing, sapi dan unta.

Hadirin Jamaah sholat Id yang diRahmati Allah.

Qurban menurut fiqh ada dua, yaitu qurban sunnah dan qurban wajib. Qurban sunnah, yaitu sunnah muakkad, adalah qurban yang diniati berkurban sunnah. Sedangkan qurban wajib adalah berqurban karena nadzar. Misalnya, saya nadzar jika anak saya lulus ujian maka saya akan berqurban. Dalam qurban sunnah, orang yang berqurban sunnah makan daging qurban tidak lebih dari 1/3, sedangkan dalam qurban wajib, orang yang qurban haram memakan daging qurban, semua daging wajib disodaqohkan.

Disamping itu, dalam ketentuan fiqh, hewan yang dikorbankan, setelah disembelih tidak boleh dijual. Harus disodaqohkan semuanya. Mulai dari daging, kulit, kaki, kepala, tulang, semuanya harus disodaqohkan (diberikan kepada orang lain terutama fakir miskin).

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar

Hadirin Jamaah sholat Id yang diRahmati Allah.

Allahu Akbar Walillaahil Hamd.

Pada hari ini juga, umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji telah dan sedang menunaikan rukun haji berupa wukuf di Arofah, melempar jumrah, mabit di Mina, thowaf, sa’i dan bercukur. Hari-hari ini merupakan hari-hari penting bagi yang menunaikan ibadah haji sebelum mereka berpisah dengan tanah suci untuk kembali ke Negara masing-masing. Ibadah Haji ini merupakan kewajiban dan panggilan Allah bagi umat Islam yang telah mampu melaksanakannya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

(وَللهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً (آل عمران: 97

“Dan bagi Allah atas manusia (muslim) untuk melaksanakan ibadah haji, bagi yang mampu melaksanakannya”. (Ali Imran: 97). Sungguh berbahagialah umat Islam yang mampu memenuhi panggilan Allah ini. Dengan niat menyempurnakan rukun Islam yang lima perkara, mereka datang mengharap ridla Allah, mereka sambut seruan Allah dengan gema talbiyah, takbir dan tahmid.

لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ.

Aku sambut panggilan-Mu wahai Tuhan, aku sambut panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.

Allahu Akbar Walillahil Hamd.

Terakhir, kami berpesan. Dalam rangka merayakan Idul Adha ini, marilah kita selalu menjaga persatuan dan kebersamaan. Karena berbagai persoalan hidup yang cukup berat, terutama persoalan yang menjadi masalah bersama, jika kita hadapi secara bersama-sama akan terasa ringan. Sebaliknya jika kita hadapi sendiri-sendiri, cuek, tanpa tau masalah bersama, maka kehidupan kita akan terasa berat.

Perkumpulan-perkumpulan yang kita selenggarakan di kampung kita ini, baik di RT, dasa wisma, PKK, jamaah tahlil, koperasi sesungguhnya adalah untuk memperingan masalah-masalah bersama kita, baik masalah ekonomi, social bahkan masalah politik. Karena itu, melalui perkumpulan-perkumpulan tersebut marilah kita secara bersama-sama berupaya untuk menyelesaikan berbagai persoalan bersama, atau memenuhi kebutuhan bersama.

Semoga apa yang selama ini kita kerjakan dan kita darma baktikan untuk masyarakat kita, warga kita mendapat balasan dan perlindungan dari Allah SWT.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd.

 

وَاللهُ تَعَالَى يَقُوْلُ وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِى الْمُهْتَدُوْنَ،أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَاْلأَبْتَرُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

الخطبة الثانية

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى جَعَلَ اْلأَعْيَادَ بِالأَفْرَاحِ وَالسُّرُوْرِ وَضَاعَفَ لِلْمُتَّقِيْنَ جَزِيْلَ اْلأُجُوْرِ، فَسُبْحَانَ مَنْ حَرَّمَ صَوْمَهُ وَأَوْجَبَ فِطْرَهُ وَحَذَّرَ فِيْهِ مِنَ الْغُرُوْرِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فَهُوَ أَحَقُّ مَحْمُوْدٍ وَأَجَلُّ مَشْكُوْرِ. أَشْهَدُ أَنَّ لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً يَشْرَحُ اللهُ لَهَا لَنَا الصُّدُوْرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِىْ أَقَامَ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بَعْدَ الدُّثُوْرِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ صَلاَةً وَسَلاَمًا دَائِمَيْنِ مُتَلاَزِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ وَالنُّشُوْرِ. أَمَّابَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ. فَأَكْثِرُوْا مِنَ الصَّلاَةِ عَلَى النَّبِىِّ الْكَرِيْمِ. وَقَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ؛ إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِىِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تسْلِيْمًا. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِى التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمٍِ الدِّيْنِ. وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأْ َمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اللّٰهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَنَا أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُبْتَدِعَةَ وَالْمَشْرِكِيْنَ، وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللّٰهُمَّ اكْفِنَا شَرَّ الظَّالِمِيْنَ وَاكْفِنَا شَرَّ الْحَاسِدِيْنَ. وَاكْفِنَا شَرَّ مَنْ يُؤْذِيْنَا وَأَهْلِكْ مَنْ أَرَادَنَا بِالسُّوْءِ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَِلإِِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. اللهُ أَكْبَرُ، عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

MA

PCNU Jombang

Categories: Khutbah

About Author