Kader NU Harus Dampingi Masyarakat di Berbagai Sektor

Kader NU Harus Dampingi Masyarakat di Berbagai Sektor

NU Jombang Online,
Pendampingan warga Nahdahtul Ulama’ (NU) kepada masyarakat harus bersifat massif, berbagai sektor terpenting di tatanan sosial, kader NU hendaknya bisa menempati di posisi strategis tersebut. Demikian disampiakan H Muhyidin, Ketua Majelis Wakil Cabang (MWCNU), Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur kepada NU Online saat dihubungi, Senin (16/11).

Menurut Muhyidin sapaan akrabnya, upaya ini setidaknya bisa dilakukan dengan merekrut kader NU mulai tingkat pelajar hingga MWCNU sebanyak mungkin dan penataan diberbagai bidang dilakukan dengan intensif, hingga dalam jangka waktu panjanganya mereka sudah siap menempati sektor-sektor penting di sosial masyarakat. “yang perlu diprioritaskan adalah kita harus punya kader NU yang banyak mulai tingkat paling bawah,” tuturnya.

Sektor terpenting saat ini, lanjutnya adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan paham Ahlussunnah Wal Jamwaah (Aswaja) NU sebagai benteng dari ajaran Islam lliberal yang mulai marak saat ini. Dan dua sektor tersebut khususnya, saling berhubungan dan terkadang menjadi kekuatan atau bahkan kelemahan tersendiri bagi warga nahdliyin.

Ia mengungkapkan, bahwa MWCNU Kecamatan Ngoro ini tengah melakukan upaya-upaya demikian. Dari tingkat pelajar tidak kurang dari 1500 (seribu lima ratus) kader yang sudah terwadahi di PAC (Pimpinan Anak Cabang ) IPNU-IPPNU dan beberapa ranting yang lain. Selain itu pihaknya juga konsentrasi dalam pengangkatan tenaga pendidik NU di beberpa lembaga pendidikan formal.

“kita sedang penataan diberbagai bidang,  kader  pelajar sudah ada  1500 (seribu lima ratus) dan kader guru NU nya 112 (seratus dua belas) yang setiap dua bulaan ada materi ke-NU an dan ASWAJA  dari tanfidziyah dan rois MWC ngoro,” ungkapnya sambil sedikit promosi.

Di samping itu pada beberapa bulan lalu, Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) NU di bawah naungan MWCNU ini sudah diresmikan oleh PCNU dan Bupati Jombang Nyono Suharli serta Wakil Bupati Munjidah Wahab. Dalam perkembangannya, lembaga perekonomian mekro ini sudah memiliki anggota koprasi sekitar 450 (empat ratus lima puluh) dan nasabah kurang lebih ada 1000 (seribu). “dalam bidang ekonomi ada BMT NU,  sekarang anggota koprasinya sudah ada 450 an dan nasabah kurang lebih ada 1000 an. bismillah niat perekonomian warga NU ditingkat MWC singkronisasi antar banom dan MWC solid, tinggal bagaimana kita mengawal,” tandasnya. (Syamsul)

Categories: Berita Utama

About Author