Indonesia Rebut Semua Jenis Khat pada Festival Kaligrafi Tingkat ASEAN 2017

Indonesia Rebut Semua Jenis Khat pada Festival Kaligrafi Tingkat ASEAN 2017

NU Jombang Online,
Perwakilan Indonesia meraup semua jenis khat pada perlombaan kaligrafi tingkat ASEAN di Mambaul Maarif, Denanyar, Jombang.

Kepastian ini disampaikan oleh sekretaris Festival Kaligrafi tingkat ASEAN, Zainul Mujib yang mengaku sudah melakukan pengumuman pada Sabtu (17/08/2017) malam.

Menurut Mujib, peringkat 1-3 untuk Musabaqoh Khat jenis Riq’ah dan Diwani semua diraih orang Indonesia. Terbukti pada bagian riq’ah untuk nomor satu diraih oleh Abdullah Mukhtar Syafii asal Ponorogo dengan nilai 525.

Pada peringkat kedua diambil oleh Maulizar Muhammad Yunus dari Lhokseumawe dengan nilsi 495. Sedangkan untuk juara ketiga diraih oleh Riri Yulia Maulidah asal Sidoarjo dengan nilai 490. “Untuk riq’ah semuanya diambil oleh orang Indonesia, jarak nilainya cukup dekat kok mas,” jelasnya, Minggu (17/09/2017).

Untuk lomba khat diwani juga dimenangi orang Indonesia. Abdullah Mukhtar Syafii kembalki menduduki peringkat pertama.

Sedangkan juara kedua diraih oleh Mumsikah Syukri asal Ponorogo dan ketiga diduduki Maulizar Muhammad Yunus. “Khat Riq’ah dan Diwani untuk juara 1-3 diraih perwakilan Indonesia semua, sesuatu yang luar biasa. Cukup membanggakan,” tambah Mujib.

Selain itu, Mujib juga membantah jika ada permainan dalam penilaian karya kaligrafi. Sebab dewan juri diambil dari para ahli dari berbagai negara. Seperti Turki, Arab Saudi dan Indonesia. “Panitia tidak ikut campur masalah penilaian, karena semua karya dinilai dewan juri lewat mail dan sangat rahasia mas,” beber Mujib.

Ada sesuatu yang unik dalam Festival Kaligrafi ini, dimana untuk lomba naskhi tingkat nasional tidak ada juara pertama. Menurut Mujib, hal itu dikarenakan karya yang terkumpul tidak bisa memenuhi semua kategori yang ada.

Oleh karenanya, dewan juri memutuskan meniadakan juara pertama dan tetap ada peringkat kedua dan ketiga. Untuk nomor dua diraih oleh Kholis Fuad asal Pati. Sedangkan juara ketiga didapat oleh Nanang Baitul Anwar asal Ponorogo. “Untuk lomba nasional tidak ada juara satu, itu hasil musyawarah dewan juri dan bersikap final,” bebernya.

Sementara itu, salah satu pengasuh Mambaul Maarif, Muhaimin Iskandar mengaprisiasi festival kaligrafi ini. Ia mengaku kaget dan terkagum-kagum melihat khat yang dipajang dengan tulisan bagus serta halus.

Pria yang juga politikus PKB ini menyebutkan pihaknya akan menyiapkan dana ratusan juta untuk rangkaian hari santri nasional. Ia juga sudah menginstruksikan kepada bawahannya untuk membuat acara di daerah masing-masing.

“Karyanya bagus-bagus, ternyata di Indonesia ada karya sebagus ini. Untuk kedepan kita akan siapkan anggaran untuk memeriahkan hari santri biar besar dan keren,” pungkasnya. (Syarif/Syamsul Arifin)

Categories: Berita Utama

About Author