Menu Click to open Menus
Home » Artikel - Hikmah » Di balik Larangan Sholat Setelah Subuh dan Ashar

Di balik Larangan Sholat Setelah Subuh dan Ashar

(272 Views) June 18, 2017 9:15 pm | Published by | No comment

Oleh : Ali Makhrus*
Kita tahu bahwa dalam Islam dikenal waktu – waktu yang teratur dan tertib dalam setiap ibadahnya. Pun demikian, Islam juga melarang keras menjalankan sholat di waktu – waktu yang tidak diperkenankan. Dalam fikih Islam dikatakan, bahwa waktu tersebut meliputi setelah Subuh, waktu istiwa’ (matahari tepat di tengah langit) serta Ashar. Larangan tersebut bisa dikonfirmasi oleh hadits yang diriwayatan oleh Umar R.A., yang artinya “Nabi SAW melarang melakukan sholat setelah sholat subuh hingga matahari terbit, setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam”.

Dalam hadits tersebut tidak menjelaskan secara tegas mengapa kegiatan ritual sholat dilarang oleh Nabi Muhammad SAW. Aisyah R.A mengatakan, “Umar masih kurang jelas, Rasulullah melarang sholat yang dilakukan sambil menanti – nanti matahar terbit atau tenggelam”. Itu dilakukan Rasulullah agar kaum muslimin tidak mengikuti tradisi para penyembah matahari atau kaum majusi saat beribadah.

Diolah dari : Sulaiman An – Nadawi, Aisyah R.A: The Greatest Woman In Islam/Sulaiman An – Nadawi; penerjemah Imam Firdaus; Penyunting, Sudjilah Ayu, Cet IV 2014 (Jakarta : Qisthi Press, 2007) halaman 235.

*Penulis adalah kader GP Ansor Madiun

Categorised in: ,

Comment Closed: Di balik Larangan Sholat Setelah Subuh dan Ashar

Sorry, comment are closed for this post.