Menu Click to open Menus
Home » Berita Utama » Begini Cara Masyarakat Sambongdukuh Rayakan Malam 10 Suro

Begini Cara Masyarakat Sambongdukuh Rayakan Malam 10 Suro

(163 Views) October 2, 2017 6:10 am | Published by | No comment

NU Jombang Online,
Masyarakat Desa Sambong Dukuh, Kecamatan/Kabupaten Jombang punya cara unik merayakan malam 10 Muharam/Suro. Mereka membagikan ribuan paket sedekah kepada janda dan anak yatim secara cuma-cuma, Jumat (29/09/2017) malam.

Acara tersebut bertempat di Jalan Adi Sucipto, tepatnya di rumah seorang ulama sepuh Jombang bernama KH Muhammad Djamaludin Ahmad.

Ketua Panitia, H. Sa’dullah Ridlwan menyebutkan acara itu sudah rutin dilakukan warganya terutama jamaah pengajian dari KH Muhammad Djamaludin Ahmad setiap malam 10 Suro.

“Ini sudah rutinan setiap malam sepuluh Suro, kita pasti ngumpulkan warga miskin, janda dan anak yatim di sini. Syukuran suroan kata orang sini,” jelasnya.

Pada syukuran kali ini, panitia menyiapkan dua paket bingkisan, yakni paket biasa dan khusus. Paket pertama berjumlah 985 bingkisan dan paket khusus disediakan 144 paket. Semua paket berisi beras 5 kg plus uang tunai Rp 30 ribu.

Menurut Sa’dullah, paket biasa ini diperuntukkan untuk fakir miskin dan janda. Sedangkan paket khusus ini diberikan kepada anak yatim piatu. Semua paket ini diperuntukkan untuk warga Desa Sambong Dukuh dan Desa Tambakrejo.

“Selama ini selalu aman, kita juga dibantu oleh santrinya Kiyai Jamal dalam setiap acara. Sumbangan ini berasal dari orang kaya sekitar Jombang kota,” bebernya.

Selain memberikan sedekah, Sa’dullah mengungkap jika panitia punya tujuan lain yaitu membumikan sikap berbagi, sedekah dan tenggang rasa. Lantaran belakangan ini sikap tersebut mulai hilang dan terkikis.

“Kita ingin mendidik anak-anak kita dan masyarakat sekitar untuk gemar berbagi dan sedekah,” ujarnya.

Sementara itu, KH Muhammad Djamaludin Ahmad menyampaikan di hadapan para panitia dan penerima paket untuk tetap saling menyayangi dan menghormati. Dan memperbanyak sedekah di bulan Muharam ini.

Kasih sayang tersebut bisa ditampakkan dengan mengayomi warga miskin, para janda dan anak yatim yang berada disekitar rumah kita.

“Keutamaan sedekah 10 Muharram ini akan dibalas dengan mendapatkan rumah panggung megah di surga, yang terbuat dari perhiasan emas dan perak,” tuturnya.

Selanjutnya, Kiyai Jamal juga berpesan untuk terus membiasakan berlaku jujur dalam kondisi apapun dan di manapun berada.

Dikarenakan perbuatan jujur akan berdampak pada keberuntungan begitu juga sebaliknya. Setiap manusia dinilai dari ucapannya, jujur penting dalam bermasyarakat.

“Jadilah orang yang benar, jujur. Kalau jujur semua orang suka sama kita,” pungkasnya. (Syarif/Syamsul Arifin)

Categorised in:

Comment Closed: Begini Cara Masyarakat Sambongdukuh Rayakan Malam 10 Suro

Sorry, comment are closed for this post.