Menu Click to open Menus
Home » Amaliah NU » Anjuran Shalat Sunnah Untuk Menjemput Lailatul Qadr

Anjuran Shalat Sunnah Untuk Menjemput Lailatul Qadr

(3001 Views) June 29, 2016 10:42 am | Published by | No comment

Wawancara seputar anjuran menjemput malam lailatul qadr dengan shalat sunnah. Berikut hasilnya.

1. Bagaimana hukum melaksanakan shalat lailatul qadar (Qiyamu Lailatul Qadr)?

Anjuran agar kita melakukan Qiyam Ramadhan antara lain dengan shalat tarawih adalah sudah jelas.

2. Apakah ada anjuran untuk Qiyamu Lailatul Qadar (melakukan shalat malam untuk menjemput lailatul Qadar)?

Ada. Imam an-Nawawi dlm kitab Riyadhus Shalihin, menulis bab “Fadhl Qiyami Lailatil Qadr wa Bayani Arja Layaliha” (keutamaan melakukan shalat di malam lailatul qadar dan penjelasan tentang malam malam yang paling diharapkan sebagai lailatul qadar).

Haditsnya adalah
من قام ليلة القدر ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Hadits itu muttafaq alaih, artinya diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Imam Muslim.

3. Apakah ada tata cara khusus untuk shalat di malam yg diharapkan adlh lailatul qadar?

Dalam kitab Khazinatul Asror, karya Syekh Muhammad Haqi an-Nazili, halaman 38, disebutkan tentang kaifiyah shlat lailatul qadar dengan menyebut ada hadits riwayat Ibn Abbas. Syekh An Nazili menyebutkan bahwa kaifiyah itu ada di kitab Ihya. Syekh An-Nazili juga mengutip pendapat Imam Abul Laits bahwa paling sedikit shalat lailatul qadar itu 2 rakaat.

4. Apakah ada jenis atau nama shalat yg dianggap sebagai bid’ah tercela oleh sementara ulama?

Ada, misalnya yg dianggap bidah qabihah (bid’ah yg jelek) adalah shalat lailatul raghaib, shalat nishfu sya’ban, shalat yawm ‘Asyura, dan oleh penulis kitab Fathul Muin, hadits yang menganjurkanya dianggap palsu.

Lebih lanjut, dengan mengutip gurunya, penulis Fathul Muin mengutip kebiasaan shalat yang lebih buruk daripada yang disebut di atas, yakni shalat al-khamis fil jum’at al-akhirah min ramadhan (shalat malam jumat terakhir di bulan Ramadhan).

Teksnya adalah sebagai berikut ;
قال شيخنا كابن شهبة وغيره وأقبح منها مااعتيد في بعض البلاد من صلاة الخمس في الجمعة الأخرة من رمضان عقب صلاتها زاعمين انها تكفر صلوات العام إو العمر المتروكة وذلك حرام (والله أعلم)
Di Ianatut Thalibin, penerbit Toko Kitab Al-Hidayah, juz 1, hal. 270-271.

Imam An-Nawawi dlm kitab Riyadhus Shalihin, di Kitab al-Fadhail (keutamaan-keutamaan) memasukkan hadits riwayat ibunda Aisyah yang menyatakan bahwa Rasul tidak melakukan shalat (sunnah) dalam Ramadhan dan di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat dalam bab “Fadhl Qiyamil Lail”, dan memasukkan hadits man qoma ramadhana dalam bab “Istihbabu Qiyami Ramadhan wahuwa at-Tarawih”.
Artinya menurut Imam Nawawi 11 rakaat itu adalah shalat malam (qiyamul lail) dan ketika di akhir hadits itu ada kata witir, maka tak salah jika dipahami bahwa ini adalah shalat witir.

Narasumber adalah Yusuf Suharto, Ketua Aswaja NU Center Kabupaten Jombang.

Categorised in:

Comment Closed: Anjuran Shalat Sunnah Untuk Menjemput Lailatul Qadr

Sorry, comment are closed for this post.